Saturday, April 5, 2014

9 April 2014?


Ada yang senang nggak, kalau tanggal 9 April nanti bakal ada libur massal? Yang pasti bukan libur sembarang libur. Semua kegiatan baik institusi negeri atau swasta, akan meliburkan kegiatannya untuk melaksanakan Pemilu Legislatif 2014. Yup, hanya legislatif, yang berarti hanya memilih partai serta para calegnya.

Bingung mau milih siapa? Saya bakal mengangguk keras kalau ditanya soal hal itu. Pemilu tahun ini, pemilu perdana saya meskipun saya sudah berpengalaman ikut pemilihan ketua BEM (seperti yang diperagakan oleh model), PILWALKOT, juga PILGUB. Rasanya gimana? Ya biasa aja sih, saya cuma 'nyontek' pilihan ortu untuk PILWAKOT dan PILGUB :p

Pemilu memang jauh lebih kompleks dari dari pemilihan kepala daerah. Milih caleg dulu, partainya, nah periode selanjutnya baru memilih Capres. Perjalanan yang luar biasa panjangnya. Di pemilu lalu, saya malah bersyukur belum ulang tahun ke tujuh belas, artinya saya nggak harus pusing memilih orang yang dikiranya tepat untuk menduduki kursi pemerintahan dan memimpin bangsa ini. Nah, tahun ini saya dan anak muda lainnya sudah kebagian giliran untuk memilih pemimpin bangsa. 

Banyak simpang siur dimana-mana. Dari mulai Partai Mangga - Pisang - Jambu, sampai Capres A - B - C - D. Banyak pilihan, banyak janji, dan banyak opini.
Nobody's perfect, begitu pula dengan para calon yang nama dan wajahnya selalu memeriahkan jalan raya. Setiap tokoh pasti punya sisi buruk dan sisi baiknya. 

Harapan bangsa ini sungguh banyak, seperti PR yang sudah menanti pemimpin selanjutnya untuk segera dibereskan. Saya cuma berharap pemimpin terbaik yang memimpin Indonesia dan orang-orang baik yang terpilih nanti, supaya Istiqomah dengan tugas dan kewajibannya.

Amiin....

Tuesday, April 1, 2014

[REVIEW] Here, After by Mahir Pradana





Bosan dengan cerita cinta yang selalu happy ending and lived happily ever after? Here, after akan membawa anda ke sepuluh cerita yang masing-masing tokoh utamanya saling berkaitan dengan akhir kisah yang hampir selalu bikin galau dan stress, buat saya.
Di dunia ini, sebuah hubungan tentu nggak cukup hanya dengan yang namanya cinta, meskipun cinta tentu lebih tinggi kastanya dibanding nafsu. Pasti harus ada komitmen dan kepercayaan yang selalu menopang cinta agar tidak pincang. Hampir semua tokoh di sini depresi dengan cinta, hopeless dan insecure. Meskipun kadang ceritanya 'oh so drama banget', tapi percayalah, ga semua endingnya bisa ditebak, atau meskipun kita sudah mempersiapkan diri dengan ending tragis sekalipun, author selalu bisa bikin perasaan ikut terenyuh bahkan rasanya galau sendiri. Seperti ya... ikutan merasakan penderitaan si tokoh meskipun mereka cuma fiktif.

Meskipun ada sepuluh tokoh yang berbeda, cerita demi cerita dijalin dengan sangat baik sehingga pembaca nggak akan bingung dan menikmati cerita dari awal hingga halaman terakhir. Misal, Adi adalah mantannya Nia, cerita pertama tentang Adi, nah di cerita selanjutnya diceritakan tentang Nia. Begitu seterusnya, sambung menyambung.

Selain bermacam kisah tragis yang bikin galau dan stress, novel ini juga dibumbui adegan-adegan yang bikin suhu naik, meskipun penjabarannya nggak secara gamblang. Dibawakan dengan bahasa yang pas, sehingga nggak membuat jengah atau malah nggak nendang sama sekali *eh

Meskipuuun, saya nggak mau baca buku ini lagi dalam waktu dekat (karena efek stress pas bacanya beneran kerasa), buku ini nggak akan menyesal untuk dibeli, dalam rangka menambah koleksi novel-novel ber-ending tragis :) Dan Alhamdulillah, novel ini masih bisa ketemu meskipun terbitan taun 2010, thanks to toko buku online :D

Thursday, March 27, 2014

[REVIEW] Heart Attack by Clara Canceriana




Heartbreakers, Boyband papan atas Indonesia ini harus digemparkan dengan hilangnya leader mereka yaitu Dima. Apakah Dima hilang pulang ke kampung? Atau diculik alien? tidak ada yang tahu nasibnya. Yang jelas, show must go on. Heartbreakers tentu butuh leader baru dan personil baru. Mencari member baru jelas bukan hal yang mudah, hingga akhirnya Axel berhasil mengisi tempat kosong dan harus berjuang untuk adaptasi dengan member lain yaitu Sandro dan Leon.
Jadi member boyband enak? Fifty-fifty. Mudah? Tentu nggak! Axel harus beradaptasi dari lingkungannya yang damai dan tenang, hingga kini masuk ke dunia seleberiti yang penuh intrik.
Dari yang tadinya pemalu, Axel harus pede tampil di depan umum
Dari yang tadinya canggung, Axel harus bisa bersosialisasi dengan Sandro yang keras juga Leon yang ramah tapi cuek
Dari yang tadinya cuma menjadi secret admirer Kirana, kedekatan keduanya mencuat dan menyebar seperti wabah yang bisa menyerang Axel kapan saja.

Bisakah Axel menggantikan posisi Dima? Akankah Heartbreakers kembali bersinar dan dibanggakan seluruh Sweethearts? Don't go anywhere, good people. Just relax and enjoy the story... *senyum ala host E news

Well, sebenernya ya, sebenernya loh, saya kira Heartbreakers ini adalah sebuah Band, bukan Boyband. Ya karena nasi sudah menjadi bubur, saya tetap beroptimis ria membuka halaman pertama novel dengan cover hijau muda ceria ini.

Alur ceritanya relatif seru, nggak bikin bingung dan nggak membosankan, meskipun yaa kehidupan lika-liku boyband-nya korea sekalii. Saya dulunya penggemar kpop, jadi pikiran saya sempat dijejali pusingnya mikirin antifans, skandal, member2 yang kecapekan karena diforsir, para fans-fans fanatik dan lain lain :D. 
Konflik boyband yang unik, saya kira lebih menarik dan fresh dibanding harus menarik-narik konfliknya boyband korea :)

Nggak ada manusia sempurna di dalam novel ini dan memang seharusnya demikian. Sayangnya nggak ada satuuu aja, tokohnya yang nyangkut di hati. Axel  multitalented tapi karismanya harus tertutup dengan sifatnya yang pemalu, grogian, dan menurut saya agak penakut. Sandro, keras, laki banget, tapi biasa aja menurut saya. Leon, cuek, lucu, tapi ya saya juga cuma bisa nyengir bacanya. Oke, saya pasti kebanyakan delusi dan tokoh-tokohnya beda tipe sama selera saya :B

So, novel ini saya rasa cocok untuk remaja dan meskipun saya udah nggak remaja saya tetap senang karena sudah membacanya sampai habis :)

Reborn?

Sebutlah saya nggak bisa konsisten dalam hal menulis blog. Blog yang headernya biru muda ini sempat ditinggal berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Indeed, blog itu bebas, sarana menulis untuk siapa aja. Nggak ada aturan menulis asalkan jangan bawa-bawa SARA.
Here, saya iseng menengok blog kedua saya (karena blog pertama saya dibuat pada zaman Alaylitikum yang sayangnya ga bisa dihapus karena lupa password T.T). Postingan saya nggak pernah se-tema, se-visi, se-misi. Postingan saya random, sama seperti isi kepala dan playlist di hp saya. Saya jadi bingung setelah lamaaa sekali hiatus, mau nulis apa untuk sekedar posting kata-kata yang menurut saya menarik. Usut punya usut, akhirnya saya ingat dengan tumpukan novel yang sudah saya beli. Terus saya mau berbagi cerita dengan siapa tentang novel-novel itu. Ngobrol ke teman, sudah pasti. Komentar di twitter, nggak cukup hanya dengan 140 karakter.
Tulis review lah! Yak, dua kali saya berhasil mengenyahkan malas saya untuk ngeblog gegara review, namun berkali-kali review itu hanya teronggok di draf bahkan baru hanya sempat dirangkai di kepala. Mau jadi enulis macam apa saya ini? Kerja otak memang lebih cepat dibanding kerja tangan saat sedang malas.

Wednesday, June 12, 2013

Renai Kinshi Jourei JKT48 9 Juni 2013

(di RKJ kali ini sih ga ada Haruka, Akicha, Melody, tapi dari pada ga ada fotonya #plak)


Sebelumnya mohon maaf kalo postingannya agak basi, karena ini baru pertama kali saya nonton teater, jadi antusiasnya masih meluap-luap dan agak norak XD

Setelah bergalau ria di jalan, takut WL (waiting list) nggak kebagian tiket, akhirnya saya dan teman saya (yang memang terjerumus X3, tapi makasih banyaaak udah mau ikut XD) nyampe juga ke mall-nya wota yaitu FX Sudirman. Ternyata perjalanannya ga ribet, sendiri sih mudah2an bisa, tapi izinnya sih emang yang susah :'')

Yah yang namanya newbie mau teateran, masih bengong liat antrean di depan teater, kebagi 2. Ada antrean yang jelas udah ngantri di depan loket, ada juga antrean yang masih ke tahan sebelum area teater. Jadi ini ngantri di manaa? Kalo cewek pasti ngantri di depan kan? Setelah tanya sana sini, ternyata kalo WL cewek cukup ngantri minimal setengah jam sebelum show dimulai. Graaawrr... Tau ga gitu ga usah berangkat pagi2 banget. Iya sih, pernah dibilangin gitu, tapi kan yang namanya newbie pasti takut keabisan tiket karena belum pernah ngalamin sendiri.

Selama ngantri, saya jadi ngerti kenapa para wota bisa cepet deket dan kenal satu sama lain. Karena selain punya idol yang sama, selama ngantri nyambung-nyambung aja mau ngobrol apaan juga tanpa harus kenalan dulu. Yah cerita tentang sister group 48 yang lain, ngomongin uang yang membangkrut akibat ngidol, bahkan ngeshare makanan di antrian :D

Dan akhirnya, waktu yang ditunggu tiba, pemegang tiket binggo masuk lebih dulu, baru deh antrian WL cewek maju. Yeeay! Masih ga nyangka, jadi juga nonton dedek2 fx lantai 4 X3
Begitu masuk karena ada peraturan ga boleh bawa makanan dan minuman, tas diperiksa dan dua benda tadi harus dititip dulu di depan.
Oke, kemudian masuk juga ke dalam teater yang saya kira lumayan luas, ternyataa... hehe mungil ya tempatnya :D tapi sebodo ah, langsung cari posisi yang cukup enak buat nonton dan yang penting ga kehalangan dua tiang di sisi kanan - kiri di depan panggung.

Pas masuk, udah kedengeran kageana atau yang disebut shadow announcer, kenal banget sama suara satu itu, si Kapten Kinaru ... X3

Baiklah, mulai deg-degan menyiapkan diri, teater tenang sampai akhirnya overture, tenang lagi dan.. muncul Stella dari balik kegelapan sebagai intro Nagai Hikari, feel dan suaranya keren banget!!!
Menyusul Stella, semua member kemudian masuk ke panggung. Empat lagu berturut-turut sebagai pembuka, Nagai Hikari, Squall no Aida ni, JK Nemurihime, dan Kimi ni Autabi Koi Wo Suru. Jujur, saya ga bisa review objektif kalo baru pertama kali nonton, biasanya aja tiap ada MV SNSD baru, pertama kali liat saya cuma bisa cengok dan senyum-senyum sendiri, nah ini udah 16 member, paling bisa fokus ke Kinal doang. yah liat sesekali ke yang lain, emang masih ada gerakan yang belum rapi. Mungkin masih pemanasan.

Lalu muncul backdancer dari tim Trainee, ada Lidya, Uty, dan Sisil. Entah, ngeliat mereka bertiga lebih nendang aja rasanya. jadi pengen nonton Boku no Taiyo #eh

Selesai trainee, lalu muncul lagi 16 member tadi, masing2 memperkenalkan diri mereka masing2 dengan Jikoshoukainya (semacam tagline untuk identitas mereka). Sambil Jiko ada juga MC, member mau nyebarin virus apa kalau di tubuh mereka ada virus. MC terbaik untuk sesi ini dari Ghaida, ternyata orangnya kreatif dan kocak. Dia mau nyebarin virus Ghaidalenza, kalo batuk suaranya "Ghaida! Ghaida!" terus demam ngelindurnya Ghaida, haha itu sih kayaknya banyak fans yang kayak gitu. Kalo ditulis disini mungkin kurang berasa lucunya, nonton sendiri deh, kalo MC nya kocak bener2 ngakak lepas :)

Nah, beres MC sekarang waktunya unit song.... Jadi member dibagi ke beberapa unit, dan masing-masing memiliki lagu tiap unit. Karena biasanya Kinal bawain Manatsu, akhir-akhir ternyata lagi sering di unit Kuroten, ya rejeki saya emang ngeliat dia di Kuroten.

Unit Song :
Kuroi Tenshi (Malaikat hitam) : Kinal, Beby, Jeje
Kuroi tenshi ini temanya emang dark, jadi member harus ngeluarin ekspresi darknya, tiga2nya dapet sih. Seneng ngeliatnya pada judes2 gitu :D

Renai Kinshi Jourei (Aturan Anti Cinta) : Stella, Gaby, Delima
Stella kereeeen, saya suka suaranya, dancenya jugaa. Feelnya juga oke

Heart Gata Virus (Virus Berbentuk Hati) : Sonya, Rena, Ayana
Ah yang ini lucu, rebutan mic gitu, padahal jelas2 udah ada tiga di panggung :D Suaranya Ayana sama Rena bikin saya pengen bawa pulang mereka X3

Tsundere : Sendy, Cindy, Dhike
Tsundere!!! Haha 3 mbak2 gaul goyang tsundere, awalnya sih ga ngerti kalo lagunya tsundere berarti kan harus beneran dark, tapi ya mungkin arti tsundere disitu kayak yg lebih angkuh tapi hatinya ga gitu. Kalo ada Nabilah mungkin lebih gempar kali ya tsunderenya


Manatsu no Christmas Rose (Mawar Natal Musim Panas) : Rica, Diasta, Ghaida, Frieska
Ini lagu pertama yg saya tau dari setlist RKJ, karena kan biasanya ini unitnya Kinal. Hmm gimana ya, lagunya enak, bagus buat pemanasan Diasta yang udah lama ga muncul di teater.

Setelah unit song, masuk ke sesi MC kedua. Jadi MC ini semacam perbincangan antar member, akan ada topik yang bisa dicetuskan oleh member siapa aja, saling tanya jawab, bercanda, bahkan ngebully XD
Temanya dimulai dari Kinal, waktu kemarin Sosenkyo (voting member AKB untuk masuk ke single terbaru) streamingnya dimana? cepet ga? Haha sumpah Kinal emang USA, Urang Sunda Asli, kalo ngomong logatnya kental, mirip dah ama abang2 angkot yang suka sunda2an, mana kebawa2 juga aing sia XD
Kalo ga salah di MC ini ada Beby, Jeje, Ayana, Rena, sama Sonya.
Jeje cuma ngikutin streaming lewat grup line
Ayana... keliatannya molor
Rena yang nyombong, dia bilang "wah rame banget ya di Line sosenkyo-nya, aku coba streaming ah. di rumahku sih cepet, mana gambarnya bagus..."
Kinal yang daritadi ngeluh streamingannya lemot, langsung bete... hahah Sumpah, lucu banget ngeliat Ayana sama Rena, cara ngomongnya, polos2 dan begonya X3
Beby nih si idol yang nyamar jadi wota, udah bela2in streaming dulu sebelum pulang, eh langsung bete dan matiin streaming pas Yuko ga ranking 1, hahaha
Sonya sedih karena Mariko mau graduate

Nah beres MC, masuk ke lagu selanjutnya. Member udah ganti baju dengan kostum Switch, mereka membawakan tiga lagu berturut-turut Switch, 109, lalu Hikoukigumo. Karena baru pertama kali nonton dan belum sempet brwosing2 lagi, lagu yang saya hapal cuma Hikoukigumo, itu juga karena ada di CD Hebirote. Ternyata chant makin rame waktu Hikoukigumo, dan yang saya ga nyangka temen saya juga ikutan, baiklah saya juga ikut, dan ga peduli lagi. Yah meskipun lupa umur, apalagi yang duduk disebelah kanan saya anteng banget nontonnya, saya udah ngakak lebay pas MC, mereka ga tau cuma ketawa biasa, atau malah senyum doang. Tenggorokan saya makin kering, karena tanpa nge-chant juga saya tenggorokan kering nontonnya #halah #payahbanget

Entah sih bener apa ga, pas saya nyanyi dengan ekspresi semangat yang ga nyantai terbawa suasana (oke saya bukan fans elegan), tiba-tiba Kinal dengan tatapan ke arah saya, juga ikut2an mukanya ga nyantai, kayak yang ayo! ayo! nyanyi yang semangat! hahaha, tapi mungkin aja dia lagi nyemangatin yang di baris depan, ya udahlah yang penting hepi. No depi no hepi :D
Nah beres hikoukigumo, capek juga ikutan teriak2, temen saya bilang, kalo pas hikoukigumo, ga seru kalo ga ngechant, oh jadi gitu :D

Yak, leher udah pegel karena harus tegak biar keliatan, tenggorokan udah sakit. Sebagian member nongol lagi untuk MC sesi 3, masih dengan kostum tadi. Baju merah blink2, dengan jaket silver berbulu2 di tepi.
MC kali ini ada Kinal (again :) ), Stella, Diasta, Rena, Dhike, Sonya, dan... lupa
Lagi2 tema dari si kapten, kira2 sanggup ga lari ngelilingin monas siang2 terik begini
Rena : Aku bisa dong, karena Ayem Awsem (I'm Awesome) ah biarkanlah Rena dengan ke-gaje-annya XD
Stella : ngakunya bisa, tapi diledekin member lain, sit up aja suka kewalahan, terus diledekin lagi, ci stella sih sekarang jago lari sambil nendang2, oke, dia malah promosi Bima Satria Garuda
Dhike : Kalo dhike bilangnya ga kuat, Kinal bilang dhike kuat kok ngelilingin fx, lompat dari fx aja bisa, mukanya langsung ga terima, jangaan, nanti fans aku pada sedih
Diasta : hmm bilangnya ga bisa juga, dengan gaya2 unyunya itu hehe, jd mana ada yg mau ngebully
Kinal : lebih milih terjun dibanding disuruh lari-lari
Sonya : Dianya sih bilang ga kuat, tapi member2 lain langsung bilang, bisa kok bisa..
Terus jadi ngomongin badan, Kinal seneng ada Sonya yang sama2 gembil, iya saja juga seneng, kita sama #abaikan, sementara Stella yang tadinya ngaku kurus, terus tiba2 pamer dan bangga beratnya naik 11 kg.

MC ke3 beres, member gantian yang tadi MC ke backstage, muncul member lain dengan t-shirt dan jeans. Ada Beby, Jeje, Ayana, Sendy, Rica, Gaby. Seinget saya sih segitu membernya, maaf udah mulai lupa2.
Tema MC nya, kalian paling kuat dalam hal apa?
Jeje : kuat makan, pernah makan 14 piring di all you can eat D: dasar sarap, Ayana nyeletuk, pasti bayarnya mahal deh, haha langsung diledek Jeje, yee namanya juga All you can eat, sepuasnya! kesian deh di Arab ga ada All you can eat :D
Sendy : kuat dalam hal apa gitu lupa, intinya kayak kuat dalam hal cinta sama kalia
Rica dan Gaby : saya agak2 lupa, abis merekanya malu2
Beby : juga agak malu2 sih, akhirnya dia bilang kuat dalam hal ngewota, baru deh ngaku, sayang ga ada Shanju, pasti nyambung mereka, sesama wota
Yah intinya sih, di MC ini jadi kayak kurang ide, agak2 krik2, merekanya juga ngaku gitu.

Selesai MC, masuk lagi ke lagu terakhir. Member2 lain akhirnya datang dengan t-shirt, jeans pendek, dan sneakers. 1 lagu terakhir, Anno Koro no Sneaker (Sneaker waktu itu). Lagunya agak slow, tentang mengenang masa2 remaja. Member ngucapin terimakasih dan pamit. Ceritanya memang lagu terakhir.

Tapi dari setiap show, penonton bisa meminta Encore, dengan teriakan yang seragam, penonton memanggil member untuk kembali ke panggung dan membawakan lagu encore.
Setelah krik-krik berapa menit, akhirnya ada 1 cowok berdiri yang menyerukan encore, karena merayakan kembalinya Diasta, encore hari ini meneriakan nama Diasta. Itu lumayan lama, teriak encorenya dan member belum nongol2, capek, tapi masa sih PHP?

Akhirnya ga lama, musik gedumbrangan datang lagi, member masuk ke panggung dengan kostum Oogoe diamond, plus handband yang ada senternya. Mereka membawakan lagu JKT Shanjou! (JKT tiba!) dan Namida no Shinkokyu (Tarikan nafas air mata). Selesai perform dua lagu tadi Beby langsung bilang, "terimakasih untuk yang sudah menonton hari ini, kami akan berusaha lebih baik lagi di teater2 selanjutnya" Amiiin! Tetap semangat tim J! Intinya gitu lah kata2 dari Beby...

Lupa saya, ada MC lagi atau langsung perform Oogoe. Kalau kata saya oke kok oogoe nya, ya karena saya baru liat live sekali. Setelah itu beberapa member ada yang bawa tshirt, ngarep t-shirtnya di lempar #ngarepbanget. Ternyata setelah show ini, Jeje, Sonya, dan Diasta, akan berjualan t-shirt yang di desain sendiri di booth merchandise di depan. Seperti member2 lain yang beberapa juga sudah menjual tshrit desain mereka. Jadi buat yang udah siap dirampok, monggo ngantri di booth nanti.

Selesai mengucapkan terimakasih dan salam, member masuk ke backstage. Penonton diminta menunggu dengan tertib oleh Kinal si shadow announcer hari ini, karena akan diadakan sesi hi touch setelah keluar teater nanti. Sesi hi touch ini dimana para member dan penonton berbaris rapi dan saling tos satu-satu, sebagai apresiasi mereka untuk penonton yang sudah datang.

Akhirnya saya ngantri juga dibarisan keluar, karena ceritanya ga mau buru2. Ga kepikiran mau ngomong apa sih secara spesifik ke merekanya. Jadi saya lupa urutan mereka yang juga banyak. Ya intinya di urutan pertama tos sama Lidya, terus lupa siapa lagi, intinya tiap tos pasti bilang "makasih... semangat ya!", kalau sama Stella kebetulan ada yang nitip salam, terus dia salamin balik, nah untung Kinalnya di ujung bareng trainee. Pas tos, saya ga boleh lupa mau ngomong apa
"eh Semangat.." Diem sebentar, dan tosnya dia ga kenceng kayak yg biasa dibilang, tangan kita masih pegangan terus saya lanjutin
"Iya, semangat buat ujian PTNnya!"
Terus dia langsung ngangguk2 "Oh iya2!"
 Ah... selesai sudah akhirnya kegilaan selama 2 jam tadi, diluar antrian merchandise udah panjang, ada Jeje, Diasta dan Sonya lagi jualan t-shirt. Pengen beli CD River sekalian, tapi ternyata baru bisa beli nanti kalau member yang jualan t-shirt selesai, baiklah akhirnya ke musholla dan sholat zuhur.

Eh ternyata, emang fx segitu2 aja isinya, beres sholat ketemu Ghaida juga mau sholat. Sekalian dong ajak yang lain biar rame hahaha, tapi ntar saya disangka mau stalking lagi kalo ga pergi2 dari situ.
Diitung2 akhirnya malah sampe jam 4 kurang saya di fx, beberapa temen yang tadi sempet ketemu udah mau ngantri lagi aja buat show 2, ah gila! Kalo ini masih jam 3 dan saya khilaf sama duit bisa2 ikutan ngantri lagi.

Akhirnya keluar juga dari fx, dengan sumringah hahaha, saya dan temen saya persis banget kayak anak kecil yang dianter kakaknya ke taman bermain. Perginya antusias, pulangnya bahagia meskipun capek, nunggu busway lama, dan... commuter line gangguan mulu sampe akhirnya sampe Bogor jam setengah delapan. Di kereta udah ketawa2, ngobrolin SKE dan Sosenkyo lagi, yah dan gajelas lainnya.

Kembali ke bumi Bogor, dan bumi Yasmin. hahaha masih cengar cengir, gimana coba kalo saya ikutan individual handshake, itu noraknya mungkin ga ilang2.. Si emak bilang sih jangan sering2 pergi2 kayak gitu, hahahaha berarti nonton lagi boleh kan tapi ga sering #dilemparbakiak

Kesimpulannya, karena ini pertamaa kalii saya nonton, saya cuma bisa fokus ke oshi atau beberapa aja, ga bisa ngamatin semua, jadi ga bisa nilai mereka secara objektif. Tapi saya akuin, kalo di unit song mereka keren2 banget! Lagu2nya juga bagus...
Dan akhirnya saya liat mereka secara langsung, hmm first impression tepatnya,
Ayana, Cigull, sama Rena : lucunya keterlaluan, Gemes sama lolinya Ayana n Cigull, Rena.. ngahaha sesuka hati dia deh mau ngomong apa dengan suara vocaloidnya itu,
Frieska hairstylenya bagus jadi pangling, sayang ga ikutan MC
Ghaida ternyata kocak dan kreatif, dan sayang juga ga ikutan MC
Kinal dan Jeje haha ricuh, mereka jago MCnya. Yang satu riweuh sunda pisan, yang satu gaul2 ala anak Jakarta
Stella : ngakunya genit, narsis, tapi bikin cengok kalo udah nyanyi
Rica, dan Sendy: kalo kemaren sih keliatan kalem tapi suka ngegombal ga jelas.
Diasta: unyu2 kalem
Gaby, Beby, Dhike, Sonya : Dhike sama Beby juga sunda banget. Beby itu rame kalo akhirnya tersulut ngomongin idolnya, tapi kadang suka ga ngaku. Gaby sama Sonya keliatannya sih kalem

Kalo di unit song tentu lebih gampang ngeliat performanya mereka gimana. Unit Kuroten, Tsundere, Hagavi, menurut saya sama rata, ga ada yg paling menonjol, sama2 bersinar semuanya. Kalau Manatsu, hmm yang paling adem ayem, nah untuk RKJ fokusnya jadi lebih ke Stella. Saran sih, member tim J masih bisa kok ngembangin diri mereka di setlist ini, tuker2an unit song misalnya, jadi biar lebih variasi dan pasti yang nonton juga seneng kan oshinya ga di unit song itu-itu terus.


(9 Juni, anggep aja lagi ngerayain ultah saya H-sebulan #maksa)





Haha baiklah, sekian cerita tentang RKJ pertama saya, maaf2 kalo ada salah, dan ga objektif. Saya cuma fans yang seringnya ngepoin di dunia maya dan akhirnya kesampean juga nonton langsung XD

Sunday, May 26, 2013

Prinsip Ekonomi dalam Fangirling

Saya bahas ekonomi? Yah jangan dianggap serius dulu, setelah lama meninggalkan blog saya yang pasti udah banyak debu berlapis2 kayak bangunan yang kena abu gunung meletus saya mau iseng nulis lagi disini :3


Bonus2 dari CD SNSD


Semua orang pasti pernah dong punya idola, baik dengan tingkat kagum yang masih wajar, dan sampai ke tingkat maniak, freak, rela ngapain aja, dan rela ngabisin duit tabungannya demi beli semua goodies dari idolanya.

Yang saya rasa selama ini sih, semuanya bertahap. Waktu zaman SD masih wajar kayaknya ngeluarin duit yang dari tabungan sisa jajan dan angpau pas lebaran buat beli majalah bobo (yang ada westlifenya), bahkan kasetnya aja saya dapet sebagai hadiah ultah. Intinya masih dalam taraf wajar, yah namanya juga masih anak-anak. Tapi taun ke taun, kayaknya kalau ngefans ini saya malah makin ngefreak, ini juga karena makin banyak fasilitas sih. Internet, dan uang jajan yang makin banyak jumlahnya.

Perbedaannya terasa antara saya lagi biasa aja dan nggak ngefreak2 amat sama artis siapapun dibanding kalau pikiran saya lagi korslet dengan ngidol. 
Sewaktu pikiran saya normal, saya sih ngerasa sah-sah aja mau belanja ini, belanja itu, tapi semuanya jadi serba perhitungan kalau fangirling saya kumat. Mereka ngeluarin album baru pasti rasanya antara seneng dan galau, galau akan packaging album, bermacam goodies, dan harganya yang bisa menguras dompet. Sewaktu awal-awal jadi SONE (red : fans SNSD) saya bela2in nabung, makan seadanya demi sisa uang yang lebih banyak, ah agak-agak ngenes sih.

Semuanya jadi diperhitungkan, kalau beli ini ntar duitnya habis segini, terus sisa duit cuma segitu, akhirnya ga jadi beli. Cangak di kamar, demi menunggu album baru yang siap merampok kantong. Ya mungkin sih, saya baru dirampok dari segi CD, coba bayangin fans yang kalap beli photobook, yang tebelnya bisa buat nimpuk kecoa dan mengikis isi tabungannya dengan nggak beradab. Semuanya mungkin terbayar lunas, saat barang datang dan kita bisa menghirup aroma goodies baru itu dengan bahagia #lebay


Prinsip ekonomi yang akhirnya bisa saya simpulkan adalah, fangirling (atau fanboying) kadang membuat seseorang lebih memilih menghabiskan uangnya demi kegiatan idoling mereka, istilahnya pengeluaran selain itu terasa sayang untuk mereka lakukan. Beli novel? males karena mahal, makan? yang irit-irit aja dah. Tapi kalo photopacknya dedek2 fx lantai 4  (red: JKT48) lagi dijual, semua uang yang keluar pasti direlakan kepergiannya.
Ya, intinya ngefans bisa bikin seseorang merasa ga ada kesenangan lain yang dia dapatkan selain yang berhubungan dengan kegiatan idoling tersebut, tapi sesuatu yang berlebihan tentu bukanlah hal baik

Thursday, March 21, 2013

PINK!

Aku tahu pasti kok, rasa sesaknya mempunyai cinta terlarang. Di luar harus terlihat tegar dan kuat, sementara perasaan di dalam hati seperti diblender, hancur lebur nggak karuan. Jadi untuk siapakah cinta terlarang dariku ini? Sudah cukup lama aku memendamnya, rasanya nggak mungkin untuk diungkapkan. Semua serba salah kalau ketahuan. Aku nggak jatuh cinta pada ibuku, apalagi nenekku. Aku juga nggak jatuh cinta dengan istri atau suami orang. Aku cuma… aku… aku…. Oke, aku harus tarik nafas sedalam mungkin sebelum mengatakan yang sejujurnya. 

Aku… Aku suka banget dengan semua hal berwarna pink. Simpel kan? Iya, semuanya simpel kalau aku seorang perempuan. Masalahnya aku adalah lelaki tulen, meskipun badanku nggak semacho pria di iklan susu berprotein tinggi, dan wajahku juga bersih dari jenggot dan kumis. Harusnya sih aku mungkin nggak perlu segitu malunya kalau ketahuan suka warna pink, tapi aku malah dibilang banci kalau sampai ada yang tahu. Kenapa ya, aku bisa sampai paranoid kalau teman-temanku tahu sifatku yang maniak warna pink?

Nilai historis warna pink buatku hanya karena Leah cewek populer di SMA dulu memberiku tempat pensil pink sewaktu acara tukar kado. Sejak saat itu kalau lihat pink pasti ingat Leah, aku bahkan mulai tertarik dengan benda-benda pink yang menurutku keren. Kesan dengan Leah malah nggak bertahan lama sejak dia kuliah ke luar negeri, sialnya virus warna pink semakin lama bercokol di otakku.  Aku sampai punya opini sendiri untuk warna merah jambu itu. Oke, pink memang dominan dipakai cewek, tapi nggak ada undang-undangnya kan kalau seorang cowok dilarang suka warna pink.  Warna pink sebenarnya menyenangkan, terlihat cerah tapi lembut, sebelas dua belas deh sama sifatku, tapi…. Aku nggak pernah berani berorasi membela warna pink layaknya mahasiswa yang sedang demonstrasi.
#####
Ada pro ada kontra. Kalau aku ada di tempat pecinta warna pink, lain lagi dengan gadis bernama Fausta yang sering bersumpah padaku kalau ia setengah mati membenci warna pink. Ia bahkan sempat kesal dan ngedumel seharian gara-gara warna tembok di kamarnya diganti menjadi merah muda. Kalau ia sudah mencela warna pink, aku cuma bisa mengangguk tidak setuju.
“Gue rasa nggak ada yang lebih buruk dari warna pink, mata gue pusing ngeliat kamar gue jadi pinky!”
Kupingku sebenarnya panas mendengarkan Fausta dengan umpatan warna pinknya, sebagai antidota aku hanya menatap matanya yang besar dan indah, tidak lupa mengamati bibirnya yang lucu saat bicara. Omongan Fausta mungkin sudah dari a sampai z, tapi otakku hanya stuck menikmati wajahnya yang manis, iya aku tahu aku useless. Lagipula siapa suruh dia mengumpat warna pink, kalau topik lain aku janji akan mendengarkannya seratus persen.
“Kira-kira wallpaper warna apa ya yang bisa mengimbangi silaunya warna pink?”
Eh Fausta nanya apa sih?
“Oke, bagus kok”
Sedetik kemudian kepalan tangannya yang cukup keras mampir di bahuku. Ya Tuhan, gadis ini tidak bisa mengukur kekuatannya atau ini memang pukulannya yang paling pelan. 
Aku dan gadis itu sudah saling kenal selama dua tahun ini. Kantornya di daerah ruko seberang gedung kantorku. Kalau kalian pikir Fausta itu manis seperti putri-putri Disney jawabannya adalah salah besar. Gadis itu berwajah manis tapi kelakuannya seperti kernet metromini. Namun akhirnya aku suka gaya tawanya yang lepas meski sedikit mengerikan, bila sehari tidak mendengar curhat tentang pasiennya di klinik hewan aku merasa kangen, dan aku suka tatapannya yang khawatir melihat mata panda di balik kacamata minusku.  
Aku jatuh cinta dengannya, dan mudah-mudahan dia pun begitu. Aku menyukai warna pink tapi dia membenci pink. Sudah dibuktikan sejak kami bertemu seorang pinky boy di salah satu café, Fausta langsung mengadakan deklarasi sendiri di depanku. Sebenarnya aku kesal tentang pendapatnya mengenai warna pink. Kalau cowok pakai pink nggak mungkin cocok lah, warna norak lah. Kepalaku hampir panas dibuatnya. Berhubung aku orangnya cinta damai, aku langsung habiskan kopiku dan bergegas ke toilet untuk menenangkan diri. Kubuka galeri di ponsel lalu memandangi foto mug warna pink yang baru kupesan lewat online shop. Ya Tuhan, begitu tenangnya mataku disuguhi warna merah jambu. Aku senyum-senyum sendiri, lalu kembali ke meja dengan wajah kalem seperti biasa. Kalau begini terus aku bisa capek sendiri, tapi aku nggak mau Fausta ilfeel melihat antusiasku tentang warna pink, apalagi kalau ia tahu aku juga menjadi member online shop yang menjual khusus pink things.


##### 

Dari sekian banyak barang di toko, mataku langsung tertuju dengan jam waker mungil yang pastinya berwarna merah jambu. Wah kebetulan, harganya juga nggak terlalu mahal meski bentuknya unik. Sekarang aku ngerti kenapa ayahku bisa pulang ke rumah membawa berbagai barang antik kalau pergi ke luar kota. Omong-omong ada juga jam waker pink lain bentuknya babi, nah itu juga ada lagi yang bentuk bintang. Sial, apa aku harus beli semua modelnya?
“Satya…..!”
Panggilan untukku berasal dari ujung sana, ia memanggilku sambil tersenyum manis. Rasanya kalau ada musik india, aku langsung berlari menghampirinya, dan memeluk Fausta sepenuh hati. Maklum, sudah dua hari nggak ketemu. Tiba-tiba saja ia sudah berdiri di sampingku lalu mengerutkan keningnya.
“Ih! Jam waker pink”  
Kemudian matanya melirik apa yang kugenggam dengan tatapan heran.
“Lo mau beli semua jam itu? Buat siapa?”
Aku jelas nggak bisa kabur, pura-pura pingsan, atau semaput di depan Fausta. Kalau memutar fakta, itu memang disarankan saat ini, tapi kata nenek berbohong itu dosa.
“Kado buat siapa sih? Kan ada warna lain Satya, kenapa harus pink?” Tangan Fausta mulai sibuk memilih-milih deretan jam waker.
“Kalau lo mau warna lembut, biru muda lebih bagus, atau orange nih. Hijau juga segar”
Aku menarik nafas perlahan, semua warna biasa aja, kecuali warna pink.
“Aku sukanya warna pink”
“Apa?!” Fausta menatapku sepenuhnya, degupan jantungku mendadak nggak santai.
“Pink, aku suka warna pink. Aku serius nih”
Tawa gadis itu meledak di toko yang sunyi ini. Mama, aku malu nih! Dilihat dari cermin, wajahku pasti merah.
“Satya, lo kocak banget sih. Beneran lo suka warna pink? Kenapa harus pink?”
Kalem Satya, kalem… Aku berdehem pelan, mencoba mengumpulkan rasa PD. Fausta dan tawanya semakin susah dihentikan.
“Ada banyak warna di dunia ini, tapi aku suka warna pink. Sama seperti manusia, banyak ragamnya, tapi… cuma kamu yang aku pilih”
“Hahaha Satya… jadi lo nyamain gue sama warna pink?”
Aku Cuma bisa garuk-garuk kepala, kenapa jadi begini? Kenapa aku harus jujur sekarang?
“Kamu mau nerima aku nggak yang pink lover ini?”
“Lo gila Sat, suka warna pink. Tapi Cuma satu permintaan gue, jangan pernah pake t-shirt ketat warna pink”
Kami tertawa bersama, tak peduli para pramuniaga melihat kami dengan tatapan aneh. 
“I love you, pinky man” Fausta mengucapkannya pelan tapi pasti. Tangan kananku menggenggam jemarinya, sementara tangan kiri tetap memegang keranjang belanja berisi tiga jam waker berwarna pink.